Andalan

TETAP SETIA KEPADA DEWAN PENDIRI THS-THM

THS-THM adalah Organisasi Pencak Silat yang didasarkan Pada ajaran Gereja  katolik Roma, organisasi ini memiliki Tujuan Untuk Membina Para Kader Muda-mudi Katolik dalam melatih Fisik dan teknik Pencak silat serta membina iman dan Karakter.

 Ciri khas dari Organisasi THS-THM ini lebih menekankan kepada pentingnya kombinasi antara latihan fisik dan kegiatan rohani serta mengajarkan nilai-nilai katolik seperti Kasih, Kedamaian dan pengabdian kepada Gereja dan Negara

Dewan Pendiri THS-THM adalah Kelompok pendiri yang berjasa dalam Mendirikan organisasi yang bernafaskan Katolik kedudukan dan sifat dari DP organisasi  THS-THM adalah bersifat Historis dan Tetap sebagaimana tertuang dalam prembul Statuta . Maka adalah Sebuah tindakan yang sangat Konyol kalau ada yang mengakui hanya satu Pendiri dan adalh Tindakan yang sangat Fatal bila menantang Dewan Pendiri.

MEMBEKUKAN KOORNAS 2023-2026

Adalah Sebuah langkah Bijak yang dilakukan oleh dewan Pendiri dalam menyelamatkan Organisasi yang di Cintai ini karena Terjadi keresahan Hampir di setiap Distrik akibat dari kebijakan yang keluarkan maka berdasarkan hasil desakan dari Hampir 26 Distrik Se-indonesia yang sudah terjadi dari tahun lalu maka pada tgl 29 April 2025 Dewan Pendiri Membekukan Koornas dan di tanggal 3 Mei 2025 telah dilaksanakan Ret-ret Agung Nasional Luar Biasa san memutuskan memilih Pengurus baru dengan Kak Armindo Do Santos Soares⁩ selaku Koordinator Nasional.

Ketua Terpilih Kka Armindo Do Santos Soares⁩
KOORNAS 2025-2026

Dalam Sambutan Terpisah dan sering di sampaikan Oleh ketua Terpilih Bahwa Kalau adik Kakak berkelahi Itu Barang Biasa tapi Klo adik atau kakak Sampai Melawan Orang Tua adalah FATAL. maka oleh karena itu mulai dari Tingkat Terdendah sampai ke Tingkat Koornas Wajib Menghargai Orang tua Kita dan Tegak lurus pada Dewan Pendiri.

#BIRUKAN NUSANTARA

KOORDINATOR NASIONAL THS-THM ANTAR WAKTU HADIR DI PERNAS XII FORUM MASYARAKAT KATOLIK  INDONESIA

Hadir Sebagai Peserta dalam PERNAS XII FORUM MASYARAKAT KATOLIK INDONESIA  

Dalam Semangat sinodalitas dan panggilan awam untuk berperan aktif dalam kehidupan publik, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) menandai tonggak penting dalam sejarah kerasulan awam dengan menyelenggarakan Pertemuan Nasional (Pernas) XII Istimewa pada 8–10 Juni 2025 di Wisma Hijau, Depok. 

pertemuan ini menghadirkan 195 peserta dari berbagai penjuru Indonesia—terdiri dari perwakilan FMKI Keuskupan, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, tokoh pendiri dan deklarator FMKI, organisasi masyarakat Katolik (WKRI, PK, PMKRI, ISKA), Ketua Komisi Kerawam dari 34 Keuskupan, serta komunitas awam Katolik dari berbagai lapisan termasuk THS-THM.

Mengusung tema “Transformasi dan Revitalisasi FMKI sebagai Rumah Bersama Awam: Melembagakan Wadah Kerasulan Politik untuk Gereja dan Bangsa,”

RUMAH BERSAMA AWAM KATOLIK

Sejak kelahirannya, FMKI telah menjadi ruang penghubung antara komunitas awam, hirarki Gereja, dan masyarakat luas. Dalam semangat aggiornamento (pembaharuan), Pernas XII Istimewa menegaskan kembali identitas FMKI sebagai:

  • Wadah komunikasi awam lintas keuskupan dan organisasi, tempat menyuarakan aspirasi dan membangun solidaritas.
  • Sarana kerasulan politik, yang mendampingi kader-kader awam Katolik agar mampu hadir dalam dunia politik dengan integritas iman dan kebijaksanaan sosial.
  • Forum strategis awam Katolik, yang mampu membangun dialog dengan struktur negara dan masyarakat sipil dalam terang Ajaran Sosial Gereja.

Dalam dinamika bangsa yang kompleks dan kadang mengancam martabat manusia, FMKI hadir bukan untuk menguasai ruang publik, tetapi untuk menyemai nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan bersama: keadilan sosial, solidaritas, martabat manusia, subsidiaritas, dan kepedulian terhadap yang kecil.

Bersama Melangkah

Pernas XII Istimewa bukan hanya momentum administratif, melainkan momen spiritual-politik. Ia adalah seruan iman bagi awam Katolik untuk tidak berdiam diri, tetapi bangkit, bergerak, dan membangun dunia yang lebih adil, manusiawi, dan berpengharapan.

Sebagaimana dikatakan oleh Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium“Umat beriman dipanggil untuk menjadi garam dunia, bukan dengan menjadi eksklusif, tetapi dengan membaur tanpa kehilangan jati diri.”

FMKI hendak menjadi rumah besar awam Katolik di Indonesia—tempat bertumbuhnya kader, lahirnya kebijakan, dan terjalinnya persekutuan. Sebuah rumah yang dibangun bukan di atas kekuasaan, tetapi di atas panggilan kasih dan keadilan. (*)

THS-THM DISTRIK KEUSKUPAN PANGKALPINANG AKAN MENGGELAR KEGIATAN RET-RET PENDADARAN.

Panitia Kegiatan menuju Ret-ret Pendadaran Ths-thm Distrik Keuskupan Pangkalpinang.

Pendadaran dalam konteks THS-THM (Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria) merupakan tahap ujian bagi calon anggota sebelum resmi menjadi anggota organisasi pencak silat yang di naungi Gereja Katolik. Pendadaran ini bertujuan untuk memastikan calon anggota memahami prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dianut oleh THS-THM yakni sesuai dengan Ajaran Iman Gereja Katolik Roma, serta berkomitmen untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

SASARAN PENDADARAN.

Calon anggota akan diuji tentang pemahaman mereka terhadap ajaran Gereja, sejarah THS-THM, visi dan misi organisasi, serta tata tertib anggota.

Calon anggota akan diuji tentang kemampuan beladirinya, terutama pencak silat sebagai warisan Budaya Indonesia sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh THS-THM.

TANTANGAN

setiap organisasi tentu memiliki tantangan tersendiri dalam mempersiapkan terlebih dalam hal Finansial karena dimana kegiatan ini melibatkan Anak-anak. Selain uang Kontribusi, menjalankan Proposal Ke Paroki juga donasi dari orang-orang yang peduli kepada organisasi.

Menariknya dari sebagian peserta adalah   mengorbankan Uang Jajan nya  agar bisa mengikuti kegiatan pendadaran ini, dan tentu sangat terbuka bagi Mereka yang berbagi kasih dengan Kami demi sukseskan kegiatan ini.

TIDAK SEMATA-MATA TENTANG SILAT

Pendadaran juga seringkali diisi dengan kegiatan pendalaman iman, seperti membaca Injil, doa bersama, dan refleksi.
Juga  Menanamkan rasa tanggung jawab dan komitmen pada calon anggota terhadap organisasi dan ajaran Gereja.

Silat hanya Sarana bukan tujuan

Melalui pendadaran, calon anggota diharapkan dapat menjadi kader Katolik yang sejati, yang mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.

Kak ARMINDO SOARES  RESMI NAHKODAI THS THM INDONESIA

Pelantikan Kepengurusan Baru THS-THM di Wisma Soverdi Matraman Jakarta. Dok. Koornas THS-THM

Kepengurusan Nasional antar waktu Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) Indonesia resmi di lantik pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Soverdi, Biara St. Yosep, Matraman, Jakarta.

Armindo Do Santos Soares resmi nahkodai THS THM Nasional, setelah melalui Retret Agung Luar Biasa pada tanggal 3 mei 2025 lalu, yang dilakukan secara daring dan diikuti sekurangnya 22 Distrik di seluruh Indonesia.

Kepengurusan Nasional antar waktu ini merupakan sebuah upaya penyelamatan organisasi yang sempat terpecah secara internal dan merupakan sebuah upaya penyatuan Distrik-Distrik yang berada di seluruh Indonesia. Armindo beserta kepengurusan nasional antar waktu ini akan bertugas kurang lebih satu tahun kedepan untuk mempersiapkan Retret Agung Nasional di tahun 2026.

Dalam misa pelantikan tersebut Para Dewan Pendiri melalui FP. Krisdaryadi berpesan kepada para pengurus nasional yang baru agar mengutamakan semangat pelayanan. Para pengurus Koordinatorat Nasional adalah pelayan bagi distrik-distrik dibawahnya dan harapannya selalu mendengarkan dengan hati.



Romo Yono SVD dalam berkat perutusannya juga berpesan agar para pengurus yang baru dilantik harus siap menangung tanggung jawab yang besar, berjalan dengan semangat pelayanan dan selalu mengutamakan nilai-nilai yang telah digariskan oleh organisasi.

Berikut nama-nama kepengurusan Nasional antar waktu THS-THM Indonesia 2025-2026

Koordinator Nasional : Armindo Do Santos Soares

Wakil Koordinator Nasional    : Yanselmus Nanga

Sekretaris Nasional                    : Vincentius Ganang Prasetiono

Bendahara Nasional                  : Ardila Candy Rosita Devi

Komisi Pembinaan Mental & Spiritual

Frater.M.Theodulus.BHK
Kristianto Nugroho
Komisi Penelitian & Pengembangan

Jefry Arianto Baba
Komisi Kepelatihan

Guido Alvin Clementino Tuas
Stanislaus Kristanto Richard Katje
Komisi Ekonomi Wira Usaha

Yohanes Sarmento Berek
Komisi Hubungan Masyarakat (Humas)

Ignasius Patrisius Frans Ladapase
Komisi Pengabdian Gereja & Masyarakat

Maria Wilhelmina Seran
Komisi Luar Negeri


Marianus Seu


Komisi Keorganisasian :
⁠Fransiskus Dolu Toulwala

STOP HUMAN TRAFFICKING

Perdangangan manusia adalah kejahatan yang mengeksploitasi perempuan, anak-anak dan laki-laki untuk berbagai tujuan termasuk kerja paksa dan seks.Indonesia merupakan negara yang menjadi negara asal perdagangan orang ke luar negeri dengan tujuan Malaysia, Singapura, Brunei, Taiwan, Jepang, Hongkong, dan Timur Tengah.

Indonesia juga menjadi negara tujuan perdagangan orang yang berasal dari China, Thailand, Hongkong, Uzbekistan, Belanda, Polandia, Venezuela, Spanyol, dan Ukraina dengan tujuan eksploitasi seksual.


Mari kita Perangi Bersama Untuk Tidak melakukan Tindakan-tindakan yang melanggar Hukum..