KOORDINATOR NASIONAL THS-THM ANTAR WAKTU HADIR DI PERNAS XII FORUM MASYARAKAT KATOLIK  INDONESIA

Hadir Sebagai Peserta dalam PERNAS XII FORUM MASYARAKAT KATOLIK INDONESIA  

Dalam Semangat sinodalitas dan panggilan awam untuk berperan aktif dalam kehidupan publik, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) menandai tonggak penting dalam sejarah kerasulan awam dengan menyelenggarakan Pertemuan Nasional (Pernas) XII Istimewa pada 8–10 Juni 2025 di Wisma Hijau, Depok. 

pertemuan ini menghadirkan 195 peserta dari berbagai penjuru Indonesia—terdiri dari perwakilan FMKI Keuskupan, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, tokoh pendiri dan deklarator FMKI, organisasi masyarakat Katolik (WKRI, PK, PMKRI, ISKA), Ketua Komisi Kerawam dari 34 Keuskupan, serta komunitas awam Katolik dari berbagai lapisan termasuk THS-THM.

Mengusung tema “Transformasi dan Revitalisasi FMKI sebagai Rumah Bersama Awam: Melembagakan Wadah Kerasulan Politik untuk Gereja dan Bangsa,”

RUMAH BERSAMA AWAM KATOLIK

Sejak kelahirannya, FMKI telah menjadi ruang penghubung antara komunitas awam, hirarki Gereja, dan masyarakat luas. Dalam semangat aggiornamento (pembaharuan), Pernas XII Istimewa menegaskan kembali identitas FMKI sebagai:

  • Wadah komunikasi awam lintas keuskupan dan organisasi, tempat menyuarakan aspirasi dan membangun solidaritas.
  • Sarana kerasulan politik, yang mendampingi kader-kader awam Katolik agar mampu hadir dalam dunia politik dengan integritas iman dan kebijaksanaan sosial.
  • Forum strategis awam Katolik, yang mampu membangun dialog dengan struktur negara dan masyarakat sipil dalam terang Ajaran Sosial Gereja.

Dalam dinamika bangsa yang kompleks dan kadang mengancam martabat manusia, FMKI hadir bukan untuk menguasai ruang publik, tetapi untuk menyemai nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan bersama: keadilan sosial, solidaritas, martabat manusia, subsidiaritas, dan kepedulian terhadap yang kecil.

Bersama Melangkah

Pernas XII Istimewa bukan hanya momentum administratif, melainkan momen spiritual-politik. Ia adalah seruan iman bagi awam Katolik untuk tidak berdiam diri, tetapi bangkit, bergerak, dan membangun dunia yang lebih adil, manusiawi, dan berpengharapan.

Sebagaimana dikatakan oleh Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium“Umat beriman dipanggil untuk menjadi garam dunia, bukan dengan menjadi eksklusif, tetapi dengan membaur tanpa kehilangan jati diri.”

FMKI hendak menjadi rumah besar awam Katolik di Indonesia—tempat bertumbuhnya kader, lahirnya kebijakan, dan terjalinnya persekutuan. Sebuah rumah yang dibangun bukan di atas kekuasaan, tetapi di atas panggilan kasih dan keadilan. (*)

Tinggalkan Komentar